Oleh: pranayuli | 23 Maret 2014

Smoke in Riau : Indonesia

Halo blog ku tercinta…..!!!!!!

Udah berapa tahun ga gw urus nih blog, kasian pasti uda kusam musti di bersihkan ni  *beres-beres

hueheheheh  XDXDXDXD

balik ke topik judul kali ini tentang Asap Di riau, Indonesia..

Sinopsis:

buset, pake sinopsis segala.  biasanya setiap tahun di Riau selalu terkena dampak asap kebakaran hutan lahan atau singkatannya (Karhutla). Seharusnya ini tidak musti terjadi setiap tahun,  mulai dari gw zaman anak-anak sampe sekarang. Masalah kabut asap g kelar-kelar. Tahun 1997 katanya, dari berbagai sumber yang gw dengar itu kebakaran dan kabut asap yang parah. Jarak pandang 100-200m lebih kurang. pesawat g bisa landing atau take off di bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru.

Dan tahun 2014 ini terulang kembali kabut asap yang parah atau sangat parah menurut gw selama ini. orang bilang sudah 17 tahun kasus asap ini belum kelar. Bapak gw bilang asap ini dari zaman dia sekolah dulu, kalo dihitung-hitung lebih mah dari 17 tahun. Mungkin mereka hitungnya dari tingakt keparahan asap kali yak.. :p

Kembali ke topik lagi, penulis tinggal di pekanbaru. Asap tahun 2014 ini kalo g salah mulai dari bulan Februari sampe maret. Lebih dari sebulan, bayangkan aja kami warga Riau harus menghirup polusi ini sebulan lebih. Biasanya cuman sekitar 1-2 minggu aja asap ini. parahnya lagi, tingkat Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) sudah menunjukkan status BEBAHAYA!!

Pihak Pemda dengan alat seadanya tidak bisa meng Handle kasus kebakaran hutan yang sudah meluas dan musim kemarau yang panjang ini. Air pun sudah mulai krisis. Pihak pemerintah Pusat belum memberikan bantuan pada saat itu. Sibuk ngurus kasus pesawat mala**ia type MH3*0 itu. Padahal penumpang Indonesia 7 orang didalam pesawat. lagi pula mereka sudah dibantu dengan lima negara yang maju untuk membantu menemukan pesawat itu. Boleh saja bantu, tapi negara  sendiri yang diperhatikan juga dong. Kalo alasan kami di pelosok bukan di daerah Jawa itu bukan alasan.

Rasanya saat itu kami warga Riau tidak diperdulikan sama sekali saat itu. Kami seolah pasrah menerima keadaan. Walikota menghimbau saat itu keluar rumah seperlunya, pake masker dalam rumah. Bayangkan aja di rumah di suruh pake masker, seberapa parah asapnya kalo para blogger yang membaca ini bayangkan. Gelapnya suasana daerah kami. Sinar mentari cuma bisa menembus kabut asapa yang sangat tebal ini sedikit sekali. kami seolah tidak tau apakah pagi atau siang hari cuacanya. sebulan kami merasakan udara yang tidak enak dihirup, berbau. Dan juga dinas Kesehatan saat itu menyuruh warga riau untuk mengungsi karena Riau tidak layak huni. Tapi surat Himbauan tentang mengungsi belum di sahkan oleh Pemda. Dan juga Saat itu cuma 5% oksigen yang masih ada di Riau, sisanya CO,CO2 dan zat berbahaya lainnya. Dan beberapa hari kemudian, pihak dinas lingkungan hidup juga sempat mengatakan, sisa oksigen di Riau cuma 1%, blogger biasa membayangkan sesaknya nafas kami pada saat itu.

Sempat saya dapat berita bahwa kami harus memasok sembako karena tidak ada yang bisa datang atau pergi ke Riau ini karena tidak berani saking tebalnya asap ini, saya mendapat berita ini langsung dari surat himbauan walikota tapi kakka saya yang beri tahu karena dia kerja dirumah sakit swasta.  cuman pihak kesehatan aja dulu yang baru dikasi tau. isinya, “Jika dalam waktu seminggu ini cuaca tidak membaik, para ibu hamil,balita akan segera di ungsikan secepatnya, dan juga memasok bahan makanan serta memakai masker setiap saat”

Sekolah dan universitas diliburkan, kecuali pegawai negri dan dinas kesehatan dan Rumah sakit yang masih bekerja, dan juga ibu hamil diliburkan karena tidak baik bagi kondisi janin. Dan asap yang kami hirup ini dapat menurunkan kinerja paru-paru dapat menyebabkan bronkitis, ISPA dll. semoga kami warga Riau selalu diberi Kesehatan, Amiin.

Yang pasti, parfum paling mahal pun dipake g ada pengaruhnya pada saat itu, baju bau asap.

nyuci baju pake pewangi mahalpun bau asap juga walaupun di jemur dalam kamar atau rumah.

Bau ASAP!!!!

seolah-olah seperti mencium bau asap dari bakar sampah atau lebih parah lagi.

Anehnya lagi pemimpin Riau kami cuman bisa ngomong : “Kita serahkan aja kepada yang Maha Kuasa”. Itu bukanlah jawaban pemimpin yang diharapkan pada kala situasi saat itu. baru terpilih jadi Gubernur baru, seharusnya menunjukkan kinerjanya, jangan hanya berserah diri. Saya sempat kaget tau berita tersebut. lalu saya baca tweet dari kawan-kawan yang lain, seolah-olah mereka menyesal dan salah memilih pemimpin. Apa dikata nasi sudah menjadi bubur kata pepatah

Sebenarnya kasus kebakaran hutan ini adalah salah dari pihak perusahaan yang punya usaha di Riau, seperti minyak,kertas dan lain-lain.  Tapi tersangka yang banyak ketangkap adalah warga. Mereka yang berpenghasilan rendah mau dibayar untuk membakar lahan milik perusahaan. Perusahaan itu tidak mau keluar uang banyak dengan cara menebang hutan, lalu traktor tanah dan menimbun lahan. Karena itu akan menghabiskan uang mereka, jadi pihak perusahaan mempunyai ide. Yaitu dengan cara membakar hutan, lebih simple biaya yang dikeluarkan dikit hanya dengan uang minyak dan yang lainnya.  Jadi seolah-olah tangan mereka bersih, makanya mereka tidak tersentuh hukum. dan juga adanya kasus suap izin tanah yang seharunya tidak boleh di beri izin kepada pihak perusahaan. Seperti biasa hukum di Indonesia memang banyak tidak benar.

Kami warga Riau yang muslim cuma bisa doa meminta hujan dengan cara Sholat Istisqa`

Saking kesalnya warga Riau, mereka meminta bantuan kepada pak presiden Sby untuk melihat keadaan kami di Riau. Ada yang menghujat dan ada yang meminta tolong dengan baik kepadanya. Ya kalo gw sih minta baik-baiklah secara beliau lebih tua, yaitu dengan cara mengirimkan foto keadaan saat itu. kalo ga salah presiden dapat tweet dari warga riau sekitar 5rb-7rb lebih tweet yang didapat pada 14 maret 2014.

Keesokan harinya langsung dibalas pak presiden dan mau ke Riau untuk meninjau dan membawa pasukan TNI 1Batalyon beserta pesawat Hercules membawa garam.Sebelumnya Presiden mengadakan Teleconference dengan mentri dan Wagub. Sepertinya presiden agak kecewa karena bukan gubernur yang hadir saat itu. Sempat ada berita terdengar bahwa Gubernur mengatakan kalo urusan jawa biar Wagub aja yang urus, kalo soal desa Gubernur aja yang urus. Aneh, bukannya terbalik ya urusannya siapa yang urus. pada saat Teleconference gubernur pergi ke desa untuk meninjau dan anehnya dia pergi ke kampung halamannya. saya baca di Tweet banyak yang ngamuk dia pada balik kampung. malah Wagub yang urus urusan bagian pusat, hmmmm??. Sebelum presiden datang memang cuaca di Riau kurang berawan makanya susah di buat hujan buatan. Pas pak presiden mau berangkat ke pekanbaru cuaca mulai mendukung untuk ditaburi garam. Dan juga berkat do’a warga riau turunlah hujan buatan ini. Ga sia-sia hasil uang rakyat yang trilyunan turun juga dalam bentuk hujan walaupun cuma berapa menit, tapi kami sangat bersyukur. Dan juga pas momennya pak presiden datang hujan turun. Setelah tiba di Riau baru kelihatan kerja nyastaf-staf yang lain. presiden datang baru pada kerja, kasian presiden itu bolak-balik g jadi dia cuti kerja. Karena ulah bawahan yang tidak taat hukum masalah izin hutan, lalu kebablasan terbakar hutannya g terurus minta langsung bantuan presiden.  ckckckck

Tanggal 13-14 maret kalo ngga salah itu status BERBAHAYA!! di pekanbaru dan sekitarnya. asap yang terparah menurut gw. dan rasanya pengen beli tabung oksigen trus hirup banyak-banyak.

Semoga Kasus Karhutla ini menjadi yang terakhir terjadi di Riau.

Allah SWT sudah menunjukkan salah satu kekuasaannya, agar manusia bisa sadar dan peduli pada lingkungan serta jangan serakah dan ingat kepada pencipta Nya.

Semoga dengan adanya kejadian ini, berita tidak hanya terpusat ke Jawa saja tapi ke seluruh penjuru Indonesia. Dan bantuan pun cepat segera datang di saat ada yang membutuhkan.

Berikut foto-foto kabut asap di Pekanbaru pada saat itu dan sekitarnya.

Depan Mal Ska

Atas : cuaca cerah
Bawah : Kabut Asap

Ingat Film Silent Hill. bayangkan seperti ini suasananya

Ingat Film Silent Hill.
bayangkan seperti ini suasananya

Silent Hill VS Pekanbaru

Silent Hill VS Pekanbaru

Atas : Jembatan jernih Bawah : buram karena asap

Atas : Jembatan jernih
Bawah : buram karena asap

ISPU Kota Pekanbaru

ISPU Kota Pekanbaru

Gambar ini saya ambil sendiri dan beberapa dari kawan-kawan yang lain di tweet dan om google.

Salah satunya kami dapat mengambil hikma yaitu menghargai hujan, dan dapat menghirup kembali oksigen yang segar ini lebih banyak…🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: